Dzikir sore
adalah amalan yang penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ
telah mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat Allah di pagi dan petang,
sebagai bentuk perlindungan dan ketenangan jiwa. Mari luangkan waktu sejenak
untuk berdzikir dan meraih limpahan rahmat-Nya.
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
1. Membaca Ayat Kursi (1x)
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ
الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ
بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ
بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ
sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u
'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna
bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa
lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup
Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak
tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat
memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang
(berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui
apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah
meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya,
Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)[1]
2. Membaca Surat Al-Ikhlas (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ
وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala
sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya". [2]
3. Membaca Surat Al-Falaq (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari
kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah
gelap gulita, dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada
buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki
[3]
4. Membaca Surat An-Naas (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ
النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ
النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai)
manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan)
syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada
manusia. Dari golongan jin dan manusia.”[4]
5. Membaca Amsaynaa wa Amsal Mulku (1x) :
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ
أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا،
وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا،
رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ
عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsainaa wa amsal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa
ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa
'alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil-lailati wa
khoiro maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil-lailati wa
syarri maa ba'dahaa, robbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi
a'uudzu bika min 'adzaabin fin-naari wa 'adzaabin fil qobr.
Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji
bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha
Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang
Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Robbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di
malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam
ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Robbku, aku berlindung kepadaMu dari
kemalasan dan kejekelekan di hari tua. Wahai Robbku, aku berlindung kepadamu
dari siksaan di Neraka dan kubur. [5]
6. Membaca Allahumma Bika Amsaynaa (1x) :
اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ
نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Allaahumma bika amsainaa, wa bika ash-bahnaa, wa bika
nahyaa, wa bika namuutu, wa ilaikal mashiir.
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore, dan
dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan
pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu tempat
kembali (bagi semua makhluk).[6]
7. Membaca Sayyidul Istighfar (1x)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ،
خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا
اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ
عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ
الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa
anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min
syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii.
Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi
dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah
hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung
kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang
diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” [7]
8. Membaca Doa Keselamatan (3x) :
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ
عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ
إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ،
وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii
sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma
innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, Wa a'uudzu bika min 'adzaabil qobr,
laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku
inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat
atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku,
tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung
kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Engkau.” [8]
9. Membaca Doa ‘Afiyah (1x) :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ
فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ
وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ
عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ،
وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ،
وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh.
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa
maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni
yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu
bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan
akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam
agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan
sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut.
Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku.
Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku
berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”[9]
10. Membaca Doa Keselamatan Hati dan Lisan (1x)
:
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ
الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ
أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros
samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa
anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa
an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb
Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku
bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali
Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya
menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas
diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” [10]
11. Membaca Doa Perlindungan (3x) :
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي
اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi
wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang
membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha
mengetahui.” [11]
12. Membaca Radhiitu Billahi Rabba (3x) :
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا،
وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa
bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam
sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku
(yang diutus oleh Allah).” [12]
13. Membaca Doa Meminta Kemudahan dan Kebaikan
(1x) :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ
لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa
ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin
“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak
butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah
segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap
mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”[13]
14. Membaca Amsaynaa Ala Fitratil Islam (1x) :
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ
اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا
كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Amsainaa 'alaa fithrotil islaam, wa 'alaa kalimatil
ikhlaash, wa 'alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallam,
wa 'alaa millati abiinaa ibroohiim, haniifan musliman wa maa kaana minal
musyrikiin.
Di waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi
kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang
lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. [14]
15. Membaca Tahlil (10x atau 100x) :
لاَ
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku
walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha
Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” [15],[16],[17]
16. Membaca Tasbih (100x) :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [18]
17. Membaca Doa Perlindungan (3x) :
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا
خَلَقَ
A'uudzu bi kalimaatillaahit-taammaati min syarri maa
khalaq.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan
makhluk yang diciptakanNya. [19]
_______________________________
Footnote:
[1] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca
ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore
hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari
(gangguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim (1/562), Shahiih at-Targhiib
wat Tarhiib (1/418, no. 662), shahih).
[2] HR. Abu Dawud (no. 5082), an-Nasa-i (VIII/250) dan at-Tirmidzi (no.
3575), Ahmad (V/312), Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no.
3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411, no. 649), hasan shahih.
[3] Ibid.
[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari,
maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni
mencegahnya dari berbagai kejahatan. HR. Abu Dawud (no. 5082), Shahiih Abu
Dawud (no. 4241), Annasa-i (VIII 250) dan At-Tirmizi (no. 3575), At-Tarmidzi
berkata “Hadits ini hasan shahih”. Ahmad (V/312), dari Abdullah bin Khubaib
radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no.
3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411 no. 649), hasan shahih.
[5] HR. Muslim (no. 2723), Abu Dawud (no. 5071), dan at-Tirmidzi (3390),
shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.
[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah
lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu
Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah
al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.
[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal
sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa
membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu
pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad
IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.
[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no.
5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539
[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074,
An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih
[10] Nabi صلي الله عليه وسلم
bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه
“Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari
dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat
Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat
Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753
[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari,
maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no.
3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446
dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat
Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513,
Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.
[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka
Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337,
Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam
‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam
al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan.
Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat
Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah
al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.
[13] HR. An-Nasa'i dalam Sunan al-Kubro, Al-Hakim dalam al-Mustadzrak,
Al-Baihaqi dalam Asma wa shifat dan dishahihkan Al Albani dalam Silsilah
as-Shahihah no. 227).
[14] HR. Ahmad 3/406-407, 5/123. Lihat juga Shahihul Jami' 4/290. Ibnus
Sunni juga meriwayatkannya di 'Amalul Yaum wal Lailah no. 34.
[15] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy
radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih
no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.
[16] HR. An-Nasa-i dalam 'Amalul wal
Lailah (no. 24), Ahmad (V/420), dari Abu Ayyun al-Anshari. Lihat Silsilah
al-Ahaadits ash-Shahiihah (no. 113 dan 114) dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib
(I/416, no. 660), shahih.
[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya
(pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus
darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu
hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik
dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR.
Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no.
3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah
no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari
kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada
sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore.
Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762
[18] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653.
Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan
seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah
munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no.
5296).
[19] HR. Ahmad 2/290, An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah, no. 590 dan
Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan
Tuhfatul Akhyar, hal. 45.
Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz
Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii.
Posting Komentar untuk "Bacaan Dzikir Sore di Waktu Petang"