Amalan Yang Dianjurkan Pada Malam Lailatul Qadar

Amalan Yang Dianjurkan Pada Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, di mana ibadah pada malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan istimewa ini dengan memperbanyak amal ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah. Malam yang hanya datang sekali dalam setahun ini menjadi momen terbaik untuk meningkatkan kualitas spiritual kita dan meraih pahala yang berlipat ganda. Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan pada malam yang penuh keberkahan ini?. Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam ini, diantaranya:

1. Shalat Malam

Dianjurkan menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَن قامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمانًا واحْتِسابًا، غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan harapan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”[1]

Shalat yang dimaksud adalah shalat malam, tahajud, witir, bukan shalat yang disebut dengan shalat lailatul qadar.

Sebagian manusia ada yang mengerjakan shalat Lailatul Qadar dengan tata cara; shalat dua rakaat dengan berjamaah setelah shalat taraweh. Kemudian di akhir malam, mereka shalat lagi seratus rakaat. Shalat ini mereka kerjakan pada malam yang menurut persangkaan kuat mereka adalah Lailatul Qadar. Oleh karena itu shalat ini dinamakan shalat Lailatul Qadar. Tidak ragu lagi bahwa ini adalah bid’ah yang nyata.[2]

2. I’tikaf

Dianjurkan pada malam ini untuk mengerjakan I’tikaf. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa I’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan demi mencari Lailatul Qadar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَن كانَ اعْتَكَفَ مَعِي، فَلْيَعْتَكِفِ العَشْرَ الأواخِرَ، وقدْ أُرِيتُ هذِه اللَّيْلَةَ ثُمَّ أُنْسِيتُها، وقدْ رَأَيْتُنِي أسْجُدُ في ماءٍ وطِينٍ مِن صَبِيحَتِها، فالْتَمِسُوها في العَشْرِ الأواخِرِ، والتَمِسُوها في كُلِّ وِتْرٍ

“Barangsiapa yang ingin i’tikaf bersamaku maka hendaklah dia i‘tikaf di sepuluh hari terakhir. Sungguh aku telah diperlihatkan malam lailatul qadar, kemudian aku dilupakan malam tersebut. Aku bermimpi bahwa aku sujud di atas air dan tanah pada pagi harinya. Maka carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir dan carilah pada setiap malam yang ganji.”[3]

3. Berdo’a

Dianjurkan untuk memperbanyak doa pada malam ini, mendekatkan diri kepada Allah azza wa jalla. Perbanyaklah membaca doa pada malam yang mulia ini dengan doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah radhiyallahu anha tatkala dia berkata;

يا رسولَ اللَّهِ أرأيتَ إن وافقتُ ليلةَ القدرِ ما أدعو قالَ تقولينَ اللَّهمَّ إنَّكَ عفوٌّ تحبُّ العفوَ فاعفُ عنِّي

Wahai Rasulullah, bila aku mendapati Lailatul Qadar, apakah yang saya ucapkan?. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Ucapkanlah: Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni; Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku”.[4]

Sufyan at-Tsauri rahimahullah berkata: Berdoa pada malam ini (Lailatul Qadar) lebih aku sukai daripada shalat. Apabila dia membaca dalam shalat dan berdo’a, berharap kepada Allah dengan sungguh-sungguh dalam do’a dan permintaannya, maka bisa jadi dia akan dikabulkan.[5]

4. Amal Shalih

Allah azza wa jalla berfirman:

{ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٌ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٍ }

“Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. al-Qadar: 3).

Banyak dari kalangan ahli tafsir mengatakan tentang ayat ini; bahwa beramal pada malam lailatul qadar lebih baik dari beramal pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya. Pada malam ini akan dibagikan kebaikan yang banyak yang tidak dijumpai semisalnya pada malam lain di seribu bulan.[6][7]



[1] HR. Bukhari no.2014, Mulsim no. 760

[2] Al-Bida’ al-Hauliyyah 2/431, Bida’ Wa Akhtha’ hal.396

[3] HR. Bukhari no. 2077, Muslim no. 1167

[4] HR. Tirmidzi no. 3513, Ibnu Majah no. 3850. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah no. 2091

[5] Lathaif al-Ma’arif hlm. 204

[6] Tafsir al-Qurthubi 20/131

[7] Dinukil dari buku Berburu Lailatul Qadar karya Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa, Lc, MA (dengan sedikit penambahan di pembukaan).

Posting Komentar untuk "Amalan Yang Dianjurkan Pada Malam Lailatul Qadar"