Dzikir pagi adalah sunnah yang diajarkan
Rasulullah ﷺ agar kita senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah sepanjang
hari. Dengan menyebut nama-Nya di awal pagi, kita memohon keselamatan,
keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani segala urusan. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengawali hari
dengan hati yang damai dan penuh syukur.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan
yang terkutuk.”
1. Membaca Ayat Kursi (1x)
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi)
melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak
mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.
Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah
mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan
mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)
[1]
2. Membaca Surat Al-Ikhlas (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah
adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan
tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”[2]
3. Membaca Surat Al-Falaq (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang
menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari
kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan
(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). [3]
4. Membaca Surat An-Naas (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang
memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari
kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”[4]
5. Membaca Asbahna wa Asbahal Mulku (1x) :
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku
lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku
walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii
hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal
yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar.
Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya
milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak
diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala
sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan
sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan
sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan
di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan
siksaan di kubur.” [5]
6. Membaca Allahumma Bika Asbahna (1x) :
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika
amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami
memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu
sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan
kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]
7. Membaca Sayyidul Istighfar (1x)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha
illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika
mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika
‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa
anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah
(yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang
menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu
semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku
mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh
karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa
kecuali Engkau.” [7]
8. Membaca Doa Keselamatan (3x) :
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahumma 'aafinii fii badanii,
allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha
illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, allaahumma
innii a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit
dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku
(dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah,
selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran
dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang
berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]
9. Membaca Doa ‘Afiyah (1x) :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa
wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal
‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa
aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an
yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min
tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan
keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan
dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah
auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku
dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri
dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar
dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]
10. Membaca Doa Keselamatan Hati dan Lisan (1x) :
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy
syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah.
Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy
syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa
muslim.
“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang
nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang
Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan
ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan
atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” [10]
11. Membaca Doa Perlindungan (3x) :
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru
ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya
tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang
Mahamendengar dan Maha mengetahui.” [11]
12. Membaca Radhiitu Billahi Rabba (3x) :
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa
bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku
dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku
(yang diutus oleh Allah).” [12]
13. Membaca Doa Meminta Kemudahan dan Kebaikan (1x) :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum,
bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa
nafsii thorfata ‘ainin
“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang
Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta
pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan
kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
[13]
14. Membaca Asbahna Ala Fitratil Islam (1x) :
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam
wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu
‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa
kaana minal musyrikin
“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama
Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah
kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak
tergolong orang-orang musyrik.” [14]
15. Membaca Tahlil (1x atau 10x atau 100x) :
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Laa ilaha illallah wahdahu laa
syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar
selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan
bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” [15],[16],[17]
16. Membaca 4 Kalimat Dzikir Luar Biasa (3x) :
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada
kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan
makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan
‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]
17. Membaca Doa Memohon Ilmu, Rizki dan Amal (1x) :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman
naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu
yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]
18. Membaca Kalimat Pemberat Timbangan di Akhirat (100x) :
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]
19. Membaca Kalimat Istighfar (100x pagi atau sore) :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat
kepada-Nya.” [21]
_________________________________
Fote Note:
[1] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari
(gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore
hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim
(1/562), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/418, no. 662), shahih).
[2] HR. Abu Dawud (no. 5082), an-Nasa-i (VIII/250)
dan at-Tirmidzi (no. 3575), Ahmad (V/312), Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul
Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411, no. 649), hasan
shahih.
[3] Ibid.
[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut
setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala
sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. HR. Abu Dawud (no. 5082),
Shahiih Abu Dawud (no. 4241), Annasa-i (VIII 250) dan At-Tirmizi (no. 3575),
At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih”. Ahmad (V/312), dari Abdullah bin
Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi
(no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411 no. 649), hasan shahih.
[5] HR. Muslim (no. 2723), Abu Dawud (no. 5071),
dan at-Tirmidzi (3390), shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.
[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199,
lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068,
Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.
Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits
ash-Shahiihah no. 262.
[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu
pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga.
Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum
masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323,
Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu
‘anhu.
[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad
no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad
no.539
[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no.
1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim
1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih
al-Adabul Mufrad no. 912, shahih
[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda
kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.”
HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud
no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914,
shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753
[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali
ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan
dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869,
al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman
bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim
1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413
no. 655, sanad-nya shahih.
[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali
ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari
Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah
no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68,
dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam
adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657,
Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad
II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.
[13] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal
Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/
25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh
Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227
[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan
Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no.
2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih
[15] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867,
dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no.
6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656,
shahih.
[16] HR.
An-Nasa-i dalam 'Amalul wal Lailah (no. 24), Ahmad (V/420), dari Abu Ayyun
al-Anshari. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah (no. 113 dan 114) dan
Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/416, no. 660), shahih.
[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam
sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis
seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari
syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat
mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih
banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no.
2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah
رضي الله عنه. Penjelasan:
Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no.
75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa
membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca
100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits
ash-Shahiihah no. 2762
[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44.
Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma
[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah
1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad
VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.
[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat
Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah
seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan
sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits
adh-Dha-’iifah no. 5296).
[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan
Muslim no.2702
عَنِ ابْنِ عُمَرَ
قَالَ:قَالَ رَسُو لُ اللهِ صلي الله عليه وسلم : يَااَيُّهَا النَّسُ،
تُوبُواإِلَيْ اللهِ. فَإِنِّيْ اَتُوبُ فِيْ الْيَومِ إِلَيْهِ مِانَةً مَرَّةٍ
Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه
وسلم bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah,
sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim
no. 2702 (42).
Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani,
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:
[إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ
اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ]
“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan
sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus
kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ
إِلَيْهِ
‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung,
Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi
Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’
Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia
pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577
dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.
Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di
antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.
Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii.
Posting Komentar untuk "Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Sunnah"