Lailatul Qadar adalah anugerah luar biasa yang
diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada umat Islam, malam yang nilainya
lebih baik dari seribu bulan. Dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala
menggambarkan malam ini sebagai malam penuh kemuliaan.
Lebih dari sekadar malam yang istimewa,
Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk meraih pengampunan Allah dan limpahan
pahala yang tak terhingga. Rasulullah ﷺ
mengajarkan bahwa barang siapa yang menghidupkan malam ini dengan penuh
keimanan dan mengharapkan ridha-Nya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan
diampuni.
Karena kemuliaannya, malam ini disembunyikan
dalam sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil, agar
hamba-hamba Allah bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Maka, tidaklah rugi bagi
mereka yang mengisi malam ini dengan ibadah, doa, dan dzikir, karena satu malam
ini bisa mengubah kehidupan seseorang, mengangkat derajatnya di sisi Allah, dan
menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia serta akhirat.
MAKNA
LAILATUL QADAR
Sebelum
mendefinisikan secara keseluruhan makna Lailatul Qadr, sebaiknya kita
mengetahui definisi kosa kata-nya satu persatu, sebab seperti dikatakan oleh
ar-Razi: “Tidak mungkin kita memahami definisi sesuatu kecuali setelah
mengetahui kosa kata-nya satu persatu”.[1]
Kata
Lailat (ليلة) artinya malam. Dipilih malam hari, bukan
siang menunjukkan keistimewaan waktu malam. Oleh karena itulah, Allah dan
rasul-Nya seringkali menyebut waktu malam seperti:
وَمِنَ
ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَأَدۡبَٰرَ ٱلسُّجُودِ (٤٠)
“Bertasbilah
pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai shalat.” (QS. Qaaf: 40)
Hal
itu karena pada waktu malam terdapat kebeningan hati, keikhlasan dan ketenangan
jiwa dari kesibukan.
Sedangkan
al-Qadar (القدر ), maknanya berkisar pada
tiga makna;
1).
Qadar yang berarti ( الشرف ) artinya kemuliaan.
2).
Qadar yang berarti taqdir; karena pada malam itu ditentukan taqdir yang akan
terjadi dalam setahun.
3).
Qadar yang berarti kadar dan kedudukan, karena shalat pada malam itu memiliki
kedudukan yang besar dan pahala yang banyak.[2]
KEUTAMAAN
LAILATUL QADAR
Ada
banyak keutamaan dari malam Lailatul Qadar, diantaranya:
1.
Al-Quran diturunkan pada malam tersebut
Berdasarkan
firman Allah azza wa jalla yang berbunyi:
إِنَّآ
أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ (١)
“Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar.” (QS. al-Qadar: 1)
2.
Allah menentukan taqdir dalam setahun
Allah
azza wa jalla berfirman;
فِيهَا
يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ (٤) أَمۡرا مِّنۡ عِندِنَآۚ إِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِينَ
(٥)
“Pada
(malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Hal itu merupakan
urusan (yang besar) dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus (para
rasul itu).”
(QS. ad-Dukhan: 4-5).
Pada
malam itu Allah azza wa jalla menentukan taqdir seluruh makhluk dalam setahun.
Dia adalah penetapan taqdir yang kedua. Karena Allah telah menentukan seluruh
taqdir pada pertama kali sebelum penciptaan para makhluk dengan jarak lima
puluh ribu tahun. Pada malam ini ditentukan kehidupan, kematian, orang yang
sukses, yang celaka, yang bahagia, yang sengsara, yang mulia, yang terhina dan
seluruh yang Allah inginkan pada tahun depan ditentukan pada malam lailatul
qadar.[3]
3.
Ibadah pada malam ini lebih baik dari 1000 bulan
Allah
azza wa jalla berfirman:
لَيۡلَةُ
ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٌ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٍ (٣)
“Lailatul
qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. al-Qadar: 3).
Maka
ibadah di malam Lailatul Qadar lebih afdhal di sisi Allah dari pada ibadah di
seribu bulan yang tidak ada Lailatul qadarnya. Seribu bulan itu setara dengan
83 tahun dan 4 bulan.[4]
4.
Jibril dan Para Malaikat turun membawa kebaikan dan keberkahan
Allah
azza wa jalla berfirman:
تَنَزَّلُ
ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرِ (٤)
“Pada
malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk
mengatur semua urusan.”
(QS. al-Qadar: 4)
5.
Lailatul Qadar malam kesejahteraan
Allah
azza wa jalla berfirman:
سَلَٰمٌ
هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ (٥)
“Sejahteralah
(malam) itu sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadar: 5).
Malam
ini adalah malam yang kosong dari keburukan dan gangguan, malam yang dipenuhi
dengan amalan ketaatan dan kebaikan. Di dalam malam ini ada keselamatan dari
adzab, seluruhnya berisi keselamatan dan kesejahteraan.[5][6]
[1] Al-Mahshul1/91. Ar-Razi
[2] Al-Mughni 3/181, Ibnu Qudamah, as-Syarah al-Mumti’ 6/492, Ibnu
Utsaimin.
[3] Tafsir Ibnu Jarir 16/480, Tafsir Ibnu Katsir 4/469.
[4] Tafsir Ibnu Katsir 4/442.
[5] Fiqhus Shaum hlm. 90, al-Qism al-Ilmi Bi Muassasah ad-Durar
as-Saniyyah.
[6] Dinukil dari buku Berburu Lailatul Qadar karya Ustadz Abu Aniisah
Syahrul Fatwa Lc, MA (dengan sedikit penambahan di pembukaan).
Posting Komentar untuk "Keutamaan Malam Lailatul Qadar"